PEATFR
Prediksi Kerentanan Kebakaran Lahan Gambut & Peramalan Hidrologi
Sistem Normal

Dinamika Deret Waktu & Indeks Kerentanan

Korelasi Muka Air Tanah, Lengas Gambut, dan Evolusi Indeks PFVI

168 Skala 0 - 300 PFVI
0 - 75 Rendah (Aman)
76 - 150 Sedang (Waspada)
151 - 225 Tinggi (Siaga)
226 - 300 Ekstrem (Bahaya)
Tabel Data Sensor In-Situ 192 Titik Data
Hari (Waktu) Muka Air Tanah (WT) [m] Lengas Tanah (SM) [%] Curah Hujan (Rf) [mm] Suhu Udara (Temp) [°C] Status Sensor Aksi
Filter Rentang Hari:
Dari Hari
s/d Hari
192 Titik Data
Data Ada (Biru) Data Kosong (Merah)
Pintas:
Muka Air Tanah (WT) - Hasil Imputasi
Imputasi Selesai
Lengas Tanah (SM) - Hasil Imputasi
Imputasi Selesai
Curah Hujan (Rf) - Hasil Imputasi
Imputasi Selesai
Suhu Udara (Temp) - Hasil Imputasi
Imputasi Selesai
4 Hari
Standar hidrologi gambut: 3000 mm
Interval peramalan harian: 1 hari
Rekonstruksi data sensor kosong sebelum peramalan
Model komputasi stokastik & pembelajaran mesin

Proyeksi Trajektori Indeks PFVI

Garis solid: Historis PFVI, Garis putus-putus: Hasil Peramalan h-langkah ke depan

NELDER-MEAD OPTIMISATION Parameter Transformasi Teroptimasi (aH, bH, n, alpha): aH: -33.0000, bH: 0.4131, n: 12.2586, alpha: 0.7091
BOX-COX TRANSFORMED Rscript 4.6.1 Native

Tabel Nilai Prediksi Parameter & Indeks PFVI Masa Depan

Peramalan Terverifikasi
Hari Proyeksi ke Depan Prediksi Muka Air (WT) [m] Prediksi Lengas Tanah (SM) [%] Prediksi Curah Hujan (Rf) [mm] Prediksi Suhu Udara (Temp) [°C] Skor Indeks PFVI Tingkat Bahaya Kebakaran

Pemantauan Spasial (Peta GIS Gambut)

Konteks spasial bentang kubah gambut (Peat Dome), navigasi titik pantau stasiun telemetri, dan integrasi titik panas satelit NASA FIRMS (MODIS/VIIRS)

Layer Spasial:
Peta Dasar:
Legenda Geospasial
Stasiun Telemetri Utama (BRGM/BMKG)
Kubah Gambut Dalam (> 3 Meter)
Titik Api Aktif (NASA FIRMS Hotspots)
Jaringan Observasi In-Situ
Sabangau & Bengkalis
Pemantauan telemetri otomatis pada Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Kalimantan Tengah dan Riau.
Elevasi Muka Air Tanah (MAT)
-0.81 m Defisit Kritis
Tercatat di bawah ambang batas hidrologis PP No. 57/2016 (-0.40 m), mengindikasikan kekeringan lapisan permukaan.
Anomali Termal Satelit (FIRMS)
14 Titik Panas Kepercayaan ≥85%
Terdeteksi instrumen MODIS dan VIIRS pada radius observasi 25 km dari posisi stasiun pengamatan.
Status Kerentanan Spasial (PFVI)
266 PFVI Sangat Rentan
Estimasi neraca air gambut menunjukkan kondisi rawan penyulutan kebakaran bawah permukaan.
Tahap Pengembangan

Masih Dalam Tahap Pengembangan

Modul ini masih dalam tahap pengembangan. Fitur pemantauan spasial (Peta GIS) dan integrasi titik panas satelit NASA FIRMS akan segera tersedia.

Panduan Penggunaan Sistem (Cara Pakai)

Petunjuk operasional pemantauan hidrologi gambut, rekonstruksi data sensor, simulasi proyeksi stokastik, dan analisis geospasial

Alur Kerja Operasional Standar 4 Tahapan Terintegrasi
01
Pilih / Input Data
Pilih preset data rujukan atau impor berkas CSV sensor lapangan.
02
Rekonstruksi NA
Pulihkan nilai sensor offline via metode K-NN, Spline, atau LOESS.
03
Simulasi Proyeksi
Eksekusi peramalan horizon ke depan dengan ARIMA, LSTM, atau GRU.
04
Evaluasi & Spasial
Analisis skor indeks PFVI dan validasi sebaran titik api di Peta GIS.
Modul 01

Dashboard Utama

Monitoring Biofisik

Menyajikan ringkasan indikator biofisik dan hidrologi lahan gambut terkini secara menyeluruh:

Muka Air Tanah (WT) Batas aman regulasi ≥ -0.40 m. Elevasi yang lebih rendah menandakan pengeringan lapisan pori gambut.
Lengas Tanah (SM) Persentase kadar air volumetrik tanah gambut (ambang kapasitas lapang acuan 40%).
Indeks Kerentanan (PFVI) Nilai komposit risiko (skala 0–300) yang merangkum tingkat kemudahan gambut terbakar.
Modul 02

Data Sensor In-Situ

Database SQLite

Mendukung fleksibilitas integrasi data observasi telemetri lapangan secara terstruktur:

Format Template CSV Format standar dengan kolom Time, Water_Table, Soil_Moisture, Rainfall, dan Temperature.
Unggah Berkas Baru Muat dataset pengukuran instrumen stasiun lapangan secara instan untuk pemrosesan lanjut.
Penyimpanan Otomatis Seluruh data tersimpan permanen ke database SQLite secara otomatis di latar belakang.
Modul 03

Rekonstruksi Data Hilang

Algoritma Imputasi

Mengatasi data observasi yang terputus akibat kendala teknis stasiun di lapangan:

Pilihan Algoritma Tersedia K-Nearest Neighbors (K-NN), Cubic Spline, Linear, dan regresi lokal LOESS.
Eksekusi Rekonstruksi Tekan tombol eksekusi imputasi untuk melengkapi celah data secara komputasional.
Inspeksi Kurva Visual Periksa kurva hasil interpolasi melalui grafik perbandingan sebelum dan sesudah imputasi.
Modul 04

Peramalan Deret Waktu

Stokastik & AI

Memproyeksikan dinamika kelembaban dan potensi bahaya api untuk hari-hari mendatang:

Horizon Waktu Atur jangka waktu ramalan proyeksi mulai dari 1 hingga 14 hari ke depan.
Arsitektur Model Pilihan model mencakup ARIMA (deret waktu), serta neural network LSTM dan GRU.
Metrik Akurasi Evaluasi ketepatan proyeksi ditampilkan melalui skor statistik MSE, RMSE, dan MAE.
Modul 05

Pemantauan Spasial (GIS)

Citra Satelit & Panas

Memberikan konteks spasial terhadap sebaran stasiun dan titik panas api pada lanskap gambut:

Citra Satelit Esri Peta dasar satelit resolusi tinggi menyajikan kondisi tutupan bentang gambut nyata.
Layer Tematik & Hotspot Visualisasi kubah gambut (Peat Dome) dan deteksi termal satelit NASA FIRMS MODIS/VIIRS.
Navigasi Titik Pantau Tombol fokus kamera memudahkan inspeksi antara stasiun Sabangau dan Bengkalis.
Modul 06

Tingkat Bahaya PFVI

Standar Kerentanan

Standar interpretasi nilai Peat Fire Vulnerability Index (PFVI) untuk panduan aksi di lapangan:

0 – 75 Rendah (Aman)
Lahan jenuh air alami, potensi kebakaran minimal.
76 – 150 Sedang (Waspada)
Kadar air menurun, lakukan monitoring harian.
151 – 225 Tinggi (Bahaya)
Air tanah kritis (-0.40 m), tingkatkan patroli.
> 225 Ekstrem (Kritis)
Defisit air parah, aktivasi pembasahan darurat.
Tahap Pengembangan

Masih Dalam Tahap Pengembangan

Modul ini masih dalam tahap pengembangan. Fitur panduan interaktif dan dokumentasi operasional sistem akan segera tersedia.

Pengaturan & Kelola Stasiun

Kelola stasiun pemantauan telemetri. Setiap stasiun memiliki ruang kerja, data sensor, dan tong sampahnya sendiri layaknya akun pengguna terpisah.

Tambah Stasiun Baru

Ruang kerja & basis data mandiri
Stasiun baru otomatis memiliki ruang data mandiri. Anda dapat menginput baris baru atau impor berkas CSV di menu Data Sensor.

Daftar Stasiun Pemantauan

5 Stasiun
Ruang kerja dan dataset setiap stasiun terisolasi secara mandiri
Skala Status PFVI:
0–75 (Rendah) 76–150 (Sedang) 151–225 (Tinggi) 226–300 (Ekstrem)
Stasiun & Lokasi Status Bahaya (PFVI) Jumlah Data Aksi

Tong Sampah Data Telemetri

Stasiun Sabangau, Kalteng

Titik data yang dihapus tersimpan terpisah khusus untuk stasiun ini. Anda dapat memulihkan (restore) data kembali ke tabel atau menghapusnya secara permanen.

Daftar Baris Sensor Terhapus

0 Baris Data
Data terisolasi: tidak bercampur dengan stasiun lain
Waktu (Hari / t) Muka Air Tanah (WT) [m] Lengas Tanah (SM) [%] Curah Hujan (Rf) [mm] Suhu Udara (Temp) [°C] Waktu Dihapus Aksi